Cerdik seperti Ular, Tulus seperti Merpati

Arti pribahasa ini agar kita senantiasa berhati-hati, dengan tenang dan bijaksana, namun tidak membahayakan. Polos dan tulus dalam bertindak ketika berhubungan dengan orang lain.

kenapa harus seprti ular? kenapa harus bersikap seperti merpati?

Ular adalah Makhluk ciptaan-NYA dan hewan paling cerdik dari segala binatang di darat. Ular mampu berganti kulit secara periodik, hal ini memungkinkannya untuk melepaskan diri dr parasit-parasit yang menempel pada kulitnya. Karna kemampuan renewal inilah, ular dijadikan lambang kesehatan.

Disamping itu ular juga memiliki kemampuan mendeteksi mangsa dengan penglihatan infra merah & mendeteksi keberadaan mangsa dengan indra penciuman.

Dan ular juga merupakan binatang yang tidak mudah untuk dijebak, artinya ular tidak mudah terbujuk.
Ular juga tidak akan/dapat melarikan diri dari jebakan musuhnya, setidak-tidaknya ular mempertahankan kepalanya agar bebas dari kesakitan, sementara ular merelakan sisa tubuhnya menderita.

Lalu bagaimana dengan Merpati??
Merpati merupakan salah satu keluarga burung (Avian family), yang tidak seperti burung-burung lainnya, ia tidak memiliki sumber kepahitan dalam dirinya, karna merpati tidak memiliki empedu, akar kepahitan pun tidak ada. Sehingga ia tidak membiarkan benih-benih kepahitan masuk dalam dirinya.

Ketulusan menandakan hati murni, tidak ada kepahitan sedikit pun dalam hidupnya. Karenanya, hanya manusia – manusia bertipe burung merpatilah yang tidak pernah ingkar janji & selalu setia pada pasangannya.
Sejatinya kita harus selalu waspada, sebab orang yang mempunyai kewaspadaan tinggi maka mampu membedakan antara kebenaran dan kepalsuan.
Waspadalah seprti ular agar tidak mudah dikelabuhi oleh tipuan dunia. Tuluslah seperti merpati agar hati tetap lurus dijalan-NYA.